Hasil MJL Pekan 4: MHSS U-10 Menggila, Unibraw U-12 Belum Terkalahkan

Hasil Malang Junior League 2026 Pekan 4 KU 10 dan KU 12

Hasil Malang Junior League 2026 Pekan 4 menghadirkan cerita besar dari dua kategori usia: MHSS Malang U-10 semakin kokoh di puncak, sementara Unibraw U-12 menjaga status belum terkalahkan. Berdasarkan data full time dan klasemen yang diterima, Pekan 4 pada Minggu, 7 Juni 2026, menjadi salah satu pekan paling panas dengan deretan skor besar dan persaingan papan atas yang makin tajam.

Hasil Malang Junior League Pekan 4 Mengubah Tensi Persaingan

tentangbola.com — Malang Junior League 2026 Pekan 4 memberi gambaran jelas tentang siapa saja tim yang sedang membangun momentum. Di kategori KU 10, MHSS Malang U-10 tampil sebagai sorotan utama setelah mencatat kemenangan besar dan mempertahankan posisi teratas klasemen dengan 30 poin.

Sementara itu, di KU 12, Unibraw U-12 tetap berdiri sebagai tim yang paling sulit disentuh. Dari 12 pertandingan yang sudah tercantum dalam klasemen, Unibraw mengoleksi 10 kemenangan, 2 hasil imbang, dan belum sekalipun kalah. Catatan itu membuat mereka memimpin dengan 32 poin.

Pekan 4 juga menjadi panggung bagi sejumlah tim pengejar. TFA U-10, TFC U-10, Satria Muda U-10, dan Masel U-10 masih berada di jalur papan atas. Di KU 12, Du’a FC, Rabbani, dan Satria Muda terus menekan Unibraw dari posisi dua hingga empat.

MHSS U-10 Kirim Sinyal Kuat di Papan Atas

Sorotan terbesar dari KU 10 layak diberikan kepada MHSS Malang U-10. Tim ini bukan hanya memimpin klasemen, tetapi juga tampil sangat produktif berdasarkan data Pekan 4.

MHSS membuka catatan mencolok dengan kemenangan 9-1 atas Paranane FA. Mereka kemudian menang 3-0 atas TFC, salah satu pesaing papan atas, sebelum kembali mencatat skor besar 7-0 atas ARG. Dari tiga laga itu saja, MHSS mencetak 19 gol dan hanya kebobolan satu kali.

Klasemen KU 10 mempertegas dominasi tersebut. MHSS Malang U-10 berada di posisi pertama dengan 30 poin dari 11 pertandingan. Mereka mencatat 10 kemenangan, 0 seri, dan 1 kekalahan. Produktivitas gol mereka juga paling menonjol: 59 gol, hanya 5 kebobolan, dengan selisih gol +54.

Di belakang MHSS, TFA U-10 menempati posisi kedua dengan 23 poin. TFA mendapatkan hasil penting di Pekan 4, termasuk kemenangan 3-2 atas Masel dan 5-1 atas BAFA, serta hasil imbang 2-2 melawan Putra Pakis.

TFC U-10 berada di peringkat ketiga dengan 22 poin. Pekan mereka berjalan naik-turun: imbang 1-1 melawan DSSS, kalah 0-3 dari MHSS, lalu bangkit dengan kemenangan 3-0 atas Satria Muda. Hasil itu menjaga TFC tetap berada di zona papan atas, meski tekanan dari tim-tim di bawahnya belum hilang.

Rabbani, Masel dan DSSS Ikut Mencuri Perhatian KU 10

Di luar tiga besar, persaingan KU 10 juga tidak kalah menarik. Satria Muda U-10 berada di posisi keempat dengan 20 poin, disusul Masel U-10 dengan 19 poin dan Rabbani U-10 dengan 18 poin.

Rabbani menjadi salah satu tim yang tampil mencolok di Pekan 4. Mereka mengalahkan BAFA 3-1 dan Masel 4-2, sebelum kalah tipis 1-2 dari Satria Muda. Masel juga punya satu hasil besar ketika menang 8-0 atas Paranane.

DSSS U-10 layak masuk daftar tim yang tampil solid. Mereka imbang 1-1 melawan TFC, menang 2-1 atas Subangkit SS, lalu menang 4-0 atas ARG. Di klasemen, DSSS berada di posisi ketujuh dengan 13 poin, jumlah yang sama dengan Putra Pakis U-10 di peringkat kedelapan.

Berdasarkan catatan pada klasemen KU 10, seluruh pertandingan yang melibatkan JFOS Jember dinyatakan dihapus dan tidak diperhitungkan dalam klasemen. Paranane FA tercatat sebagai pengganti, dengan perhitungan poin baru setelah pertandingan putaran pertama.

Unibraw U-12 Masih Tanpa Kalah

Jika KU 10 punya MHSS sebagai pusat perhatian, KU 12 punya Unibraw. Tim ini memimpin klasemen dengan 32 poin dari 12 pertandingan. Catatan 10 menang, 2 seri, dan 0 kalah membuat Unibraw menjadi satu-satunya tim KU 12 yang belum terkalahkan berdasarkan data klasemen yang diterima.

Pekan 4 memperkuat posisi mereka. Unibraw menang 2-0 atas Armada, lalu menaklukkan MHSS 1-0 dan TFC 1-0. Tiga kemenangan itu datang tanpa kebobolan, sebuah sinyal kuat bahwa Unibraw bukan hanya konsisten, tetapi juga sangat rapi dalam menjaga pertahanan.

Yang membuat catatan Unibraw semakin menonjol adalah jumlah kebobolan mereka di klasemen. Dari 12 laga, Unibraw baru kebobolan 1 gol. Dengan 18 gol memasukkan dan 1 gol kemasukan, mereka punya selisih gol +17.

Dua FC, Rabbani dan Satria Muda Menjaga Tekanan

Persaingan KU 12 belum selesai. Du’a FC U-12 berada di posisi kedua dengan 27 poin. Mereka tampil tajam di Pekan 4 dengan kemenangan 2-0 atas Tunas Inti, 3-0 atas TFA, dan 5-0 atas BAFA. Secara klasemen, Dua FC menjadi tim paling produktif di KU 12 dengan 27 gol.

Rabbani U-12 juga menunjukkan performa serius. Mereka mengalahkan TFA 3-1, menghantam BAFA 6-0 dan menang 1-0 atas Armada. Rabbani kini berada di posisi ketiga dengan 25 poin, unggul posisi atas Satria Muda yang juga memiliki 25 poin.

Satria Muda U-12 tidak kalah mengesankan. Mereka menang 2-0 atas TFC, 5-0 atas Paranane FA dan 2-0 atas Masel. Berdasarkan klasemen, Satria Muda berada di peringkat keempat dengan 25 poin, 19 gol, 7 kebobolan, dan selisih gol +12.

Di bawah empat besar, TFC U-12 dan Academy Arema U-12 sama-sama mengoleksi 18 poin. Academy Arema, yang pada hasil pertandingan tercantum sebagai Academy Arema, mendapat dua kemenangan penting atas BAFA dan MHSS, meski sempat kalah 1-2 dari Armada.

Skor Besar Jadi Warna Pekan 4

Pekan 4 MJL 2026 dipenuhi hasil yang kuat secara narasi. Di KU 10, kemenangan MHSS 9-1 atas Paranane FA dan 7-0 atas ARG menjadi hasil paling mencolok. Masel juga mencatat kemenangan besar 8-0 atas Paranane.

Di KU 12, Rabbani menang 6-0 atas BAFA, Satria Muda mengalahkan Paranane FA 5-0, dan Dua FC menutup hari dengan kemenangan 5-0 atas BAFA. Namun tidak semua laga berjalan satu arah. Beberapa pertandingan juga berlangsung ketat, seperti DSSS 1-1 TFC di KU 10, Putra Pakis 2-2 TFA di KU 10, serta TFC 0-0 DSSS dan Paranane FA 0-0 DSSS di KU 12.

Kombinasi skor besar dan laga ketat ini membuat Pekan 4 terasa penting. Ada tim yang memperbesar jarak, ada yang menjaga peluang, dan ada pula yang harus segera memperbaiki posisi setelah hasil berat.

Peta Persaingan Setelah Pekan 4

Untuk KU 10, MHSS Malang U-10 sementara menjadi tim yang paling stabil berdasarkan klasemen. Selisih tujuh poin atas TFA U-10 memberi mereka posisi kuat, meski persaingan belum tertutup. TFA, TFC, Satria Muda, Masel, dan Rabbani masih berada dalam kelompok pemburu papan atas.

Di KU 12, Unibraw U-12 tetap menjadi tim yang harus dikejar. Namun jarak lima poin dari Dua FC dan tujuh poin dari Rabbani serta Satria Muda membuat kompetisi masih menarik untuk dipantau. Apalagi tiga tim pengejar itu juga sama-sama mencatat kemenangan penting pada Pekan 4.

Malang Junior League 2026 kembali memperlihatkan bahwa sepak bola usia muda di Malang tidak sekadar soal hasil akhir. Di balik setiap skor, ada momentum, tekanan, dan proses pembentukan karakter kompetitif. Dengan peta klasemen yang semakin terbentuk, update berikutnya akan menjadi semakin penting untuk melihat siapa yang mampu menjaga konsistensi sampai akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *