Malang, tentangbola.com — Pekan kedua Malang Junior League (MJL) U-10 2026 yang berlangsung pada Minggu (26/4/2026) membuat persaingan papan atas jauh lebih rapat. Berdasarkan tangkapan layar hasil dan klasemen U-10 dari pusat data resmi Malang Junior League di website Malang United yang diterima redaksi, MH Soccer School Malang U-10 tetap berada di posisi pertama dengan 15 poin dari enam pertandingan. Namun, keunggulan mereka kini hanya ditentukan oleh selisih gol. Ini karena Rabbani U-10 dan TFC U-10 juga telah mengoleksi 15 poin. Tidak mengherankan, MHSS Masih di Puncak menjadi perhatian utama kompetisi U-10 kali ini.
Situasi ini berbeda dibanding pekan pertama. Saat itu MH Soccer School Malang (MHSS) U-10 memimpin dengan catatan sempurna, yakni 9 poin dari tiga pertandingan, 15 gol dan belum kebobolan. TFA U-10 berada di posisi kedua dengan 7 poin. Selain itu, Putra Pakis U-10, Rabbani U-10 dan TFC U-10 sama-sama mengemas 6 poin. Kini, Rabbani naik dari peringkat keempat ke posisi kedua. Selain itu, TFC melonjak dari peringkat kelima ke posisi ketiga, sementara Satria Muda U-10 melejit dari posisi ketujuh ke peringkat keempat. Sebaliknya, TFA turun ke posisi kelima dan Putra Pakis merosot tajam ke urutan kesembilan. MHSS Masih di Puncak semakin menegaskan persaingan di papan atas.
Status sempurna MHSS U-10 pecah di pekan kedua setelah kalah 2-3 dari Satria Muda U-10 pada salah satu laga penutup. Meski demikian, mereka masih bertahan di puncak berkat selisih gol +22. Mereka unggul atas Rabbani yang memiliki selisih gol +16 dan TFC dengan +8. MHSS Masih di Puncak tentu menguatkan persaingan musim ini. Di sisi lain, Rabbani tampil paling meledak lewat kemenangan 8-3 atas DSSS U-10 dan 8-2 atas Subangkit Soccer School U-10. Sementara itu, TFC menjaga laju lewat kemenangan penting 4-2 atas Putra Pakis U-10.
Dibanding pekan pertama, pekan kedua benar-benar menjadi milik para tim pemburu. Dari akumulasi klasemen, Rabbani, TFC dan Satria Muda sama-sama mengemas 9 poin tambahan pada pekan kedua. Masel U-10 juga mengalami lonjakan positif dengan naik dari posisi ke-10 ke peringkat ke-7, sementara ARG Academy U-10 bergerak dari urutan ke-11 ke posisi ke-8. Sebaliknya, Putra Pakis menjadi tim dengan penurunan paling tajam karena gagal menambah poin sama sekali pada pekan kedua. MHSS Masih di Puncak menunjukkan tren juara masih berlanjut.
JFOS Jember U-10 menjadi tim yang paling terpukul. Sesuai informasi tambahan, JFOS tidak hadir dalam seluruh pertandingan pekan kedua sehingga tiga laganya dicatat sebagai kekalahan walk over 0-3. Dalam jadwal resmi 26 April, JFOS memang dijadwalkan menghadapi Rabbani U-10, ARG Academy U-10 dan DSSS U-10. Pada pekan pertama, JFOS masih berada di posisi kesembilan dengan 3 poin, tetapi setelah pekan kedua mereka tetap tertahan di angka itu dan turun ke peringkat ke-11. Pekan kedua kategori U-10 sendiri dijadwalkan memuat total 18 pertandingan dalam satu hari. MHSS Masih di Puncak tetap jadi pembicaraan utama di antara para peserta dan penggemar liga.
Di papan tengah, DSSS U-10 bertahan di posisi keenam dengan 9 poin, sedangkan BAFA U-10 akhirnya membuka perolehan angka meski masih berada di dasar klasemen dengan 1 poin. Dengan seluruh tim kini sama-sama telah memainkan enam pertandingan, peta persaingan U-10 jauh lebih terbuka dibanding pekan pertama. MHSS Malang U-10 memang masih memimpin. Namun, Rabbani dan TFC kini berada tepat di belakang mereka, sementara Satria Muda siap memberi tekanan dari posisi keempat. MHSS Masih di Puncak jadi bukti konsistensi performa mereka.
Jika tren pekan kedua berlanjut, kategori U-10 berpotensi menjadi salah satu persaingan paling sengit di Malang Junior League 2026. Tiga tim teratas hanya dipisahkan selisih gol. Selain itu, perubahan posisi dari pekan pertama ke pekan kedua menunjukkan bahwa tidak ada tempat aman di klasemen. Akhirnya, MHSS Masih di Puncak menjadi sorotan perjalanan kompetisi U-10 sepanjang dua pekan ini.