Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan menjelang pemilihan 2027 setelah Wales dan Serbia mencabut dukungan terhadap pencalonannya, sedangkan Swedia menyatakan tidak akan mendukung. Gelombang penolakan muncul setelah rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise dibatalkan di tengah kritik terhadap tata kelola dan transparansinya.
Gianni Infantino kehilangan dukungan dari sejumlah federasi sepak bola Eropa menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027. Wales dan Serbia mencabut dukungan yang sebelumnya mereka berikan, sedangkan Swedia menyatakan tidak akan mendukung pencalonannya untuk periode berikutnya.
Tekanan terhadap Presiden FIFA meningkat setelah FIFA membatalkan rencana FIFA Forward Enterprise. Proposal tersebut menawarkan kepemilikan minoritas kepada investor swasta dalam entitas baru yang akan mengelola kegiatan komersial dan operasional turnamen FIFA.
Reuters melaporkan Federasi Sepak Bola Inggris bersiap mengikuti langkah serupa. The Guardian bahkan menyebut FA Inggris telah menarik dukungan. Namun, TentangBola belum memperoleh pernyataan publik langsung dari FA Inggris, sehingga perkembangan tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi.
Gianni Infantino Kehilangan Dukungan dari Federasi Eropa
Federasi Sepak Bola Wales menilai FIFA menghadapi masalah dalam tata kelola, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan, dan komunikasi dengan pemangku kepentingan. Wales kemudian mencabut dukungan kepada Infantino untuk masa jabatan 2027–2031.
Serbia mengambil keputusan serupa. Federasi Sepak Bola Serbia menyatakan perkembangan terbaru merusak citra FIFA dan menurunkan kepercayaan terhadap kepemimpinan organisasi.
Swedia memilih sikap yang sedikit berbeda. Federasi tersebut tidak mencabut surat dukungan lama, tetapi secara terbuka menyatakan tidak akan mendukung Infantino dalam pemilihan berikutnya.
Perbedaan itu penting. Wales dan Serbia menarik dukungan yang telah mereka berikan, sedangkan Swedia menolak memberikan dukungan. Ketiga sikap tersebut tetap memperlihatkan retaknya basis politik Infantino di Eropa.
Mengapa Dukungan untuk Infantino Mulai Retak?
Kontroversi FIFA Forward Enterprise menjadi pemicu utama. FIFA mengumumkan rencana itu pada 28 Juli 2026 dengan tujuan menghimpun dana tambahan bagi program pengembangan sepak bola.
FIFA ingin menyatukan hak siar, sponsor, tiket, lisensi, dan operasional turnamen dalam satu anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise. Investor jangka panjang dapat membeli saham minoritas tanpa memperoleh kendali operasional.
FIFA menargetkan dana hingga 4,2 miliar dolar AS berdasarkan valuasi awal sebesar 20 miliar dolar AS. Organisasi itu berjanji mempertahankan kendali atas kompetisi, kalender pertandingan, regulasi, dan seluruh keputusan olahraga.
Proposal tersebut juga memberi kesempatan kepada masing-masing dari 211 federasi anggota untuk mengakses modal satu kali hingga 20 juta dolar AS bagi proyek tertentu. FIFA menyebut stadion, pusat latihan, pendidikan pelatih, sepak bola akar rumput, dan sepak bola putri sebagai bidang sasaran.
Namun, sejumlah federasi dan konfederasi mempertanyakan transparansi, proses konsultasi, dan keterlibatan investor swasta dalam aset komersial turnamen FIFA. Tekanan itu mendorong FIFA membatalkan proposal tersebut.
Kontroversi inilah yang menjelaskan mengapa Gianni Infantino kehilangan dukungan dari federasi yang sebelumnya mendukung pencalonannya.
UEFA Menimbang Langkah Hukum terhadap FIFA
UEFA tidak berhenti pada kritik politik. Tim hukumnya meminta FIFA menjaga seluruh dokumen, surat elektronik, data, dan komunikasi yang berkaitan dengan FIFA Forward Enterprise.
UEFA juga mempertimbangkan gugatan, arbitrase, atau pengaduan kepada regulator. Langkah ini belum menjadi perkara resmi dan belum menghasilkan putusan hukum.
Karena itu, artikel ini tidak menyatakan Infantino atau pejabat FIFA melakukan pelanggaran hukum. Pemberitahuan penyimpanan dokumen hanya menunjukkan bahwa UEFA sedang menyiapkan opsi hukum.
Pembaca dapat mengikuti pembahasan serupa melalui kanal regulasi dan manajemen olahraga TentangBola.
Apa Dampaknya bagi AFF dan PSSI?
Perkembangan ini relevan bagi Indonesia karena PSSI merupakan anggota FIFA dan berada dalam kawasan AFF. Pada 8 Mei 2026, AFF menyatakan dukungan kuat dan bersatu kepada Infantino untuk masa jabatan berikutnya.
AFF ketika itu menyoroti kontribusi FIFA Forward terhadap infrastruktur, pengembangan teknis, pendidikan, sepak bola akar rumput, dan jalur pemain elite di Asia Tenggara.
Polemik terbaru belum otomatis mengubah posisi AFF atau PSSI. Kedua organisasi perlu menyampaikan sikap baru secara resmi sebelum publik dapat menyimpulkan adanya perubahan dukungan.
Isu FIFA Forward Enterprise juga menyentuh pengelolaan aset komersial kompetisi global. Pembaca dapat melihat konteks turnamen melalui liputan Piala Dunia 2026 di TentangBola.
Pemilihan Presiden FIFA 2027 Belum Berakhir
Infantino memimpin FIFA sejak 2016. Ia kembali menang tanpa lawan pada pemilihan 2019 dan 2023, lalu menyatakan keinginannya maju untuk masa jabatan berikutnya.
FIFA menjadwalkan pemilihan Presiden FIFA dalam kongres di Maroko pada Maret 2027. Pencabutan dukungan dari beberapa federasi Eropa belum otomatis menggagalkan pencalonan Infantino karena setiap federasi anggota memiliki satu suara.
Namun, situasi politik kini berubah. Jika federasi lain mengikuti Wales dan Serbia, Gianni Infantino kehilangan dukungan dalam jumlah yang lebih besar dan menghadapi persaingan yang lebih terbuka.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada sikap FIFA, keputusan federasi anggota, langkah hukum UEFA, dan kemungkinan munculnya kandidat lain. Ikuti pembaruan melalui kanal sepak bola internasional TentangBola.