Malang, tentangbola.com — Peta persaingan Malang Junior League (MJL) U-12 2026 berubah drastis selepas rampungnya pekan kedua pada Minggu, 26 April 2026. Berdasarkan tangkapan layar hasil dan klasemen dari website malangutd.com, Unibraw U-12 berhasil merebut posisi puncak klasemen. Mereka kini sudah mengoleksi 16 poin dari enam pertandingan.
Kenaikan Unibraw menjadi sorotan utama karena pada akhir pekan pertama, mereka masih berada di posisi ketiga dengan 9 poin. Saat itu, mereka berada di bawah TFC U-12 dan Putra Tengger U-12 yang sama-sama mengoleksi 9 poin. Namun, tim Unibraw menunjukkan performa konsisten sepanjang pekan kedua.
Salah satu hasil penting yang ikut mengantar Unibraw ke puncak adalah imbang 0-0 melawan Satria Muda U-12 pada laga pukul 14.10. Tambahan satu poin itu cukup menjaga mereka tetap tak tersentuh kekalahan. Selain itu, mereka juga unggul atas para pesaing utama, dan semakin melejitkan nama Unibraw di MJL musim ini.
Di bawah Unibraw, MH Soccer School Malang U-12 naik tajam ke posisi kedua dengan 13 poin. Unibraw tetap menjadi pusat perhatian di tiap pekan karena konsistensi prestasi mereka. Ini menjadi lompatan besar jika dibandingkan dengan pekan pertama. Saat itu, mereka masih berada di peringkat keenam dengan 6 poin. Pada update hasil yang terlihat di screenshot, MH Soccer School Malang menutup pekan kedua dengan kemenangan 3-0 atas JFOS Jember U-12.
TFA U-12 juga terus menjaga persaingan di papan atas. Tim ini kini menempati posisi ketiga dengan 13 poin, naik dari posisi keempat di pekan pertama. Kemenangan tipis 1-0 atas Armada U-12 menjadi salah satu hasil penting. Hasil itu menjaga TFA tetap berada dalam jalur perebutan gelar bersama Unibraw.
Sementara itu, DU’A FC U-12 ikut merangsek ke empat besar dengan 12 poin. Dibanding pekan pertama, DU’A naik dari posisi kelima dan kini berada tepat di belakang tiga tim teratas. Salah satu kemenangan penting DU’A pada pekan kedua adalah 3-0 atas Putra Tengger U-12.
Sebaliknya, dua pemuncak klasemen pekan pertama justru mengalami penurunan. TFC U-12, yang menutup pekan pertama di posisi teratas dengan 9 poin, kini turun ke peringkat kelima dengan 10 poin. Tambahan mereka pada pekan kedua hanya 1 angka. Kekalahan 2-4 dari Masel U-12 menjadi salah satu hasil yang membuat TFC kehilangan pijakan di papan atas.
Nasib serupa dialami Putra Tengger U-12. Setelah pekan pertama bertengger di posisi kedua dengan 9 poin, kini mereka turun ke urutan keenam dengan 10 poin. Dalam update hasil terakhir, Putra Tengger kalah 0-3 dari DU’A FC U-12. Hasil itu membuat mereka gagal mempertahankan tempat di zona teratas, sementara Unibraw tetap mengokohkan dominasi.
Di papan tengah, Masel U-12 mencatat pergerakan positif. Dari posisi kesembilan pada pekan pertama, Masel kini naik ke peringkat ketujuh dengan 9 poin. Kemenangan 4-2 atas TFC U-12 menjadi salah satu hasil paling mencolok dalam pertandingan pekan kedua.
Satria Muda U-12 juga layak mendapat perhatian. Setelah menutup pekan pertama di posisi ke-15 tanpa poin, Satria Muda kini melonjak ke peringkat kedelapan dengan 7 poin. Unibraw tetap menjadi tolak ukur bagi tim lain yang ingin naik peringkat. Kenaikan ini menunjukkan Satria menjadi salah satu tim dengan perkembangan paling signifikan pada pekan kedua.
Perubahan besar juga tampak di papan bawah. JFOS Jember U-12, yang pada pekan pertama masih berada di posisi kedelapan dengan 4 poin, kini merosot ke peringkat ke-15 dan tetap bertahan di angka 4 poin. Sesuai informasi yang menyertai data, JFOS Jember U-12 tidak hadir dalam seluruh pertandingan pekan kedua. Akibatnya, seluruh laganya dicatat kalah WO 0-3. Hal itu sesuai dengan statistik mereka. Mereka tidak menambah gol dan kebobolan sembilan gol tambahan dalam tiga laga.
Selain JFOS, Dendi Soccer School U-12 juga mengalami pekan kedua yang berat. Dendi kini terdampar di posisi juru kunci dengan 3 poin. Dalam hasil terakhir yang terlihat, Dendi kalah telak 0-4 dari Academy Arema U-12.
Sementara itu, BAFA U-12 memang masih berada di papan bawah, tetapi sudah menunjukkan perbaikan dibanding pekan pertama. Jika pada pekan pertama mereka belum meraih poin sama sekali, kini BAFA sudah mengoleksi 6 poin. Meski begitu, dalam laga terakhir mereka harus menyerah 0-3 dari Tunas Inti U-12.
Secara keseluruhan, pekan kedua MJL U-12 benar-benar mengubah arah persaingan. Jika pada pekan pertama TFC, Putra Tengger, dan Unibraw sama-sama mengemas 9 poin, maka kini Unibraw justru sendirian di puncak. TFC dan Putra Tengger sama-sama kehilangan momentum, sementara MH Soccer School Malang, TFA, dan DU’A FC tampil sebagai penantang serius.
Dengan selisih poin yang masih rapat di papan atas, persaingan MJL U-12 2026 dipastikan masih akan terus memanas pada pekan-pekan berikutnya.
Pada akhir pekan pertama, lima besar dihuni oleh:
TFC U-12 (9 poin), Putra Tengger U-12 (9), Unibraw U-12 (9), TFA U-12 (7), dan DU’A FC U-12 (6).
Setelah pekan kedua, susunannya berubah menjadi:
Unibraw U-12 (16 poin), MH Soccer School Malang U-12 (13), TFA U-12 (13), DU’A FC U-12 (12), dan TFC U-12 (10).
Artinya, Unibraw menjadi tim dengan kenaikan paling efektif di papan atas. Keberhasilan Unibraw patut jadi inspirasi bagi tim-tim lain di kompetisi ini. Sementara MH Soccer School Malang muncul sebagai tim yang paling sukses menembus zona elite dibanding posisi mereka pada pekan pertama.