BOGOR. Dewa United Banten menundukkan Pelita Jaya Jakarta 61-59 pada pertandingan pembuka mereka di IBL All Indonesian 2026. Duel Grup B itu berlangsung di GOR Laga Tangkas, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/10/2026).
Pelita Jaya mengawali pertandingan dengan lebih baik. Namun, Dewa United mengubah jalannya laga pada kuarter kedua dan ketiga, kemudian mempertahankan keunggulan tipis hingga pertandingan selesai.
Perbaikan pertahanan
Dalam laporan resmi IBL, pelatih Dewa United Yurifan Hosen mengapresiasi respons pemain setelah kuarter pertama. Perbaikan pertahanan membatasi Pelita Jaya pada total 15 poin selama kuarter kedua dan ketiga.
Hosen menilai pemain mampu menjalankan persiapan yang difokuskan pada pertandingan pembuka. Meski demikian, kehilangan bola pada bagian awal laga masih menjadi bahan evaluasi bagi timnya.
Dari kubu Pelita Jaya, pelatih Ahang menyoroti peluang yang tidak berhasil diselesaikan. Andakara Prastawa juga mengaitkan penurunan permainan dengan banyaknya turnover dan rendahnya keberhasilan tembakan tiga angka.
Pelita Jaya mengejar di akhir
Laporan foto detikSport mencatat Pelita Jaya berusaha bangkit pada kuarter keempat. Tembakan tiga angka Vincent Kosasih membantu menghidupkan kembali serangan, tetapi upaya mengejar belum cukup untuk membalikkan hasil.
Kemenangan dengan selisih dua poin memberi Dewa United awal positif dalam turnamen yang mengandalkan pemain Indonesia. Hasil ini sekaligus mengubah fokus pembahasan dari persiapan menghadapi Pelita Jaya menjadi evaluasi pelaksanaan permainan di lapangan.
Pemain Dewa United Banten berlatih menjelang IBL All Indonesian 2026 di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jumat (23/10/2026). Foto latihan, bukan foto pertandingan 24 Oktober 2026. Foto: ANTARA/HO-IBL.
Sumber: IBL; detikSport.