TentangBola.com — Fenway Sports Group (FSG) menyepakati penjualan saham minoritas Liverpool kepada 1892 Holdings. Pengusaha Inggris-India Amit Bhatia memimpin konsorsium tersebut bersama Mittal Family Trusts, EE Capital, K5 Sports, dan pendiri Amazon Jeff Bezos.
Kesepakatan itu tidak mengubah pengendali klub. FSG tetap memegang mayoritas kepemilikan dan menjalankan operasional Liverpool. Kedua pihak masih harus memperoleh persetujuan regulator sebelum menyelesaikan transaksi.
Reuters memperkirakan konsorsium akan memperoleh sekitar sepertiga kepemilikan dengan nilai lebih dari £1,5 miliar. The Guardian melaporkan estimasi sekitar 30 persen senilai £1,65 miliar. Namun, FSG dan 1892 Holdings belum mengumumkan persentase maupun nilai final secara resmi.
Saham Minoritas Liverpool Masuk ke 1892 Holdings
1892 Holdings menjadi kendaraan investasi bagi konsorsium yang dipimpin Amit Bhatia. Mantan petinggi Queens Park Rangers tersebut akan menjabat sebagai wakil ketua Liverpool setelah regulator menyetujui transaksi.
Mittal Family Trusts, EE Capital, K5 Sports, dan Jeff Bezos mengambil bagian dalam konsorsium tersebut. Bezos terlibat sebagai investor, tetapi tidak akan mengelola kegiatan harian klub.
Elaine Saverin dari EE Capital dan Bryan Baum dari K5 Sports juga akan bergabung dengan jajaran dewan Liverpool. Keduanya akan mewakili kelompok investor baru dalam struktur kepemilikan klub.
FSG Tetap Memegang Kendali Operasional
Masuknya 1892 Holdings tidak menandai keluarnya FSG dari Liverpool. Kelompok usaha asal Amerika Serikat tersebut tetap menguasai mayoritas kepemilikan dan memegang kewenangan utama atas kebijakan klub.
Penjualan sebagian saham minoritas Liverpool juga tidak otomatis mengubah strategi olahraga. FSG masih menentukan arah operasional, kebijakan transfer, pengembangan infrastruktur, dan ekspansi komersial klub.
FSG membeli Liverpool pada 2010 dengan nilai sekitar £300 juta. Selama masa kepemilikannya, klub meraih berbagai gelar domestik dan Eropa serta mengembangkan Anfield dan pusat latihan.
Pada 2023, Dynasty Equity juga menanamkan modal minoritas di Liverpool. Dalam pengumuman resmi klub, Liverpool menjelaskan bahwa investasi tersebut membantu memperkuat kondisi keuangan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Jeff Bezos Tidak Mendapat Kursi Dewan
Keterlibatan Jeff Bezos menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian publik. Namun, pendiri Amazon tersebut tidak akan menempati posisi di dewan atau mengambil keputusan langsung mengenai sepak bola.
Amit Bhatia akan memainkan peran yang lebih aktif sebagai wakil ketua. Elaine Saverin dan Bryan Baum juga akan masuk ke jajaran dewan sebagai perwakilan kelompok investor baru.
Konsorsium tersebut membawa jaringan di bidang bisnis, teknologi, investasi, dan pasar internasional. Liverpool dapat memanfaatkan jaringan itu untuk memperkuat pertumbuhan komersial serta memperluas jangkauan global klub.
Nilai Saham Minoritas Liverpool Belum Resmi
Sejumlah media melaporkan estimasi berbeda mengenai porsi yang akan diperoleh 1892 Holdings. Reuters menyebut kepemilikannya mendekati sepertiga dengan nilai lebih dari £1,5 miliar.
The Guardian memperkirakan konsorsium akan memperoleh sekitar 30 persen dengan nilai £1,65 miliar. Estimasi tersebut menempatkan valuasi keseluruhan Liverpool pada kisaran £5,5 miliar.
Namun, FSG dan 1892 Holdings belum membuka rincian resmi mengenai nilai serta persentase final transaksi. Otoritas sepak bola dan regulator terkait masih harus memeriksa kesepakatan tersebut sebelum seluruh pihak menyelesaikan proses hukum.
Dampak bagi Liverpool dan Pendukung Indonesia
Investasi baru dapat memperkuat ekspansi bisnis Liverpool, tetapi tidak otomatis memberi klub kebebasan belanja pemain tanpa batas. Liverpool tetap harus mematuhi regulasi keuangan Liga Inggris dan UEFA.
Masuknya saham minoritas Liverpool ke 1892 Holdings dapat membantu klub mengembangkan sponsorship, lisensi, ritel, teknologi, dan layanan digital. Asia berpotensi menjadi salah satu fokus utama karena kawasan tersebut memiliki basis pendukung yang besar.
Liverpool FC mencatat sekitar 31 juta pendukung di Indonesia. Klub tersebut juga mengoperasikan tiga toko mandiri di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Liverpool mencantumkan informasi itu dalam pengumuman resmi pembukaan toko Liverpool di Bali.
Besarnya basis pendukung memberi Indonesia posisi penting dalam strategi komersial Liverpool. Investor baru dapat membantu klub memperluas kerja sama sponsor, penjualan merchandise, kegiatan komunitas, dan layanan digital di pasar Indonesia.
Namun, publik baru dapat mengukur dampak konkretnya setelah regulator menyetujui transaksi dan para investor menjelaskan strategi jangka panjang mereka.
Ikuti perkembangan Liverpool dan berita sepak bola internasional lainnya di TentangBola.com.