TentangBola.com, Salzburg — Paris Saint-Germain mempertahankan gelar UEFA Super Cup setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 di Stadion Salzburg, Austria, Rabu (12/8/2026) malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.
Khvicha Kvaratskhelia dan Désiré Doué mencetak gol kemenangan PSG. Aston Villa sempat menyamakan kedudukan melalui Brian Madjo, tetapi gol Doué pada babak kedua memastikan trofi kembali dibawa pulang klub asal Prancis tersebut.
Pertandingan mempertemukan PSG sebagai juara Liga Champions 2025/2026 dan Aston Villa sebagai juara Liga Europa. Kedua tim langsung memainkan laga kompetitif dengan intensitas tinggi meskipun musim baru baru dimulai.
Kvaratskhelia Membuka Keunggulan PSG
PSG membuka skor pada menit ke-20 melalui Khvicha Kvaratskhelia. Penyerang asal Georgia tersebut memanfaatkan momentum serangan PSG dan menyelesaikan peluang untuk membawa tim asuhan Luis Enrique unggul 1-0.
Aston Villa tidak membiarkan PSG mengendalikan pertandingan dengan mudah. Tim asuhan Unai Emery meningkatkan tekanan dan memperoleh gol balasan menjelang berakhirnya babak pertama.
Brian Madjo menjadi pemain yang mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut bukan hanya menjaga peluang Villa, tetapi juga menempatkan pemain berusia 17 tahun itu dalam sejarah sebagai pencetak gol termuda di UEFA Super Cup.
Désiré Doué Menentukan Kemenangan
PSG kembali memimpin pada menit ke-61. Désiré Doué berhasil menembus pertahanan Aston Villa dan menuntaskan serangan menjadi gol kedua timnya.
Gol tersebut sempat diperiksa melalui video assistant referee karena adanya dugaan offside. Setelah peninjauan, Doué dinyatakan berada dalam posisi sah dan gol PSG disahkan.
Aston Villa kemudian berusaha mencari gol penyeimbang. Wakil Inggris itu memperoleh sejumlah kesempatan pada sisa pertandingan, tetapi pertahanan PSG mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Rekor Brian Madjo di Tengah Kekalahan Villa
Meskipun gagal membawa pulang trofi, penampilan Brian Madjo menjadi salah satu cerita utama pertandingan. Pemain berusia 17 tahun tersebut mencetak gol dalam penampilan debutnya dan langsung menorehkan rekor UEFA Super Cup.
Madjo memperlihatkan keberanian menghadapi lini belakang juara Liga Champions. Golnya juga menunjukkan bahwa Aston Villa memiliki pemain muda yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari proyek jangka panjang klub.
Namun, keberhasilan Villa menyamakan skor tidak cukup. PSG menunjukkan ketenangan pada babak kedua dan mampu memanfaatkan salah satu momen penting melalui Doué.
PSG Pertahankan Gelar UEFA Super Cup
Kemenangan di Salzburg membuat PSG menjuarai UEFA Super Cup dalam dua musim berturut-turut. Pada edisi 2025, klub asal Paris itu mengalahkan Tottenham Hotspur melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir 2-2.
PSG kini mengikuti jejak AC Milan dan Real Madrid sebagai klub yang mampu mempertahankan gelar UEFA Super Cup. Keberhasilan tersebut memperkuat posisi PSG di jajaran kekuatan utama sepak bola Eropa.
Sementara itu, Aston Villa harus menunda ambisinya meraih gelar UEFA Super Cup kedua. Klub asal Birmingham tersebut sebelumnya memenangi kompetisi ini pada 1982 setelah mengalahkan Barcelona dalam pertandingan dua leg.
Modal PSG Memasuki Musim Baru
Trofi UEFA Super Cup menjadi modal penting bagi PSG untuk memasuki musim kompetisi baru. Kvaratskhelia dan Doué kembali memperlihatkan kemampuan mereka menentukan pertandingan, sementara lini pertahanan PSG bertahan ketika Villa meningkatkan tekanan.
Bagi Aston Villa, kekalahan ini tetap memberikan sejumlah catatan positif. Tim asuhan Unai Emery mampu bersaing ketat dengan juara Liga Champions dan memperlihatkan keberanian melalui sejumlah pemain mudanya.
Ikuti perkembangan terbaru kompetisi Eropa dan berita sepak bola internasional lainnya di TentangBola.com.