Malang — Perjalanan Malang United di Liga 4 Jawa Timur 2025/2026 berakhir di babak 32 besar. Tim ini terdiri dari skuad U-18 dari Akademi & MJL, yang bertujuan memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda. Hasil tersebut dipastikan setelah kekalahan ketiga berturut-turut dengan skor identik 0–1 dari Persewangi Banyuwangi, menyusul kekalahan dari Persikoba Batu dan Unesa. Seluruh gol yang bersarang ke gawang Malang United di fase ini berasal dari situasi bola mati.
Namun musim ini tidak bisa dibaca hanya dari hasil. Malang United tampil dengan salah satu skuad termuda di kompetisi, di mana mayoritas pemain berusia di bawah 18 tahun, merupakan lulusan Akademi Malang United, dan tumbuh melalui jalur Malang Junior League (MJL).
Rekap Perjalanan
Di fase 64 besar, Malang United mengawali kompetisi dengan hasil 2–2 melawan Persekam Kabupaten Malang. Permainan terbuka berjalan berani, namun kontrol pertandingan belum sepenuhnya stabil.
Pada laga kedua, Malang United mencuri perhatian setelah menaklukkan Kediri United dengan skor telak 5–0. Kemenangan ini memperlihatkan karakter permainan yang dibangun melalui kurikulum klub: menguasai bola, membaca ruang, dan menyerang secara terstruktur.
Pertandingan ketiga melawan ASIFA FC berakhir dengan kekalahan 1–2. Meski mampu mencetak gol balasan, dua gol lawan menjadi penentu hasil akhir dan membawa Malang United ke fase 32 besar.
Di babak 32 besar, Malang United kembali menghadapi realitas sepak bola senior. Tiga laga melawan Persikoba Batu, Unesa, dan Persewangi Banyuwangi seluruhnya berakhir 0–1, dengan pola yang sama: gol lawan lahir dari bola mati.
Skuad Muda, Jalur Pembinaan Jelas
Lebih dari separuh pemain Malang United musim ini lahir pada rentang 2007–2008. Pemain di bawah 18 tahun mayoritas berasal dari Akademi Malang United dan telah ditempa melalui MJL sejak usia dini. Mereka bukan rekrutan instan, melainkan hasil dari sistem pembinaan berjenjang yang konsisten.
Pendekatan ini membuat Malang United tetap kompetitif dalam permainan terbuka, tetapi juga memperlihatkan tantangan utama tim muda: ketenangan dan organisasi saat momen-momen krusial.
Liga 4 Jawa Timur 2025/2026 mungkin tidak membawa Malang United melangkah jauh. Namun musim ini menegaskan satu hal: klub ini tidak sedang mengejar hasil jangka pendek, melainkan membangun fondasi jangka panjang melalui pemain-pemain yang tumbuh dari sistemnya sendiri.

