Fleksibilitas Formasi sebagai Cerminan Adaptasi
Salah satu ciri paling menonjol dari era Shin Tae-yong adalah fleksibilitas formasi. Timnas Indonesia tidak lagi terpaku pada satu sistem baku, melainkan mampu beradaptasi sesuai lawan dan kondisi pertandingan. Formasi seperti 4-3-3, 3-4-3, hingga 3-5-2 digunakan dengan tujuan yang jelas.
Penggunaan tiga bek, misalnya, memberikan keunggulan jumlah pemain dalam fase build-up sekaligus memperkuat organisasi bertahan. Namun, sistem ini juga menuntut peran wing-back yang sangat krusial. Mereka harus mampu membantu serangan, menjaga lebar permainan, sekaligus disiplin saat bertahan. Tuntutan fisik dan taktis ini menunjukkan peningkatan standar permainan yang diterapkan.