Evolusi Peran Bek dan Gelandang
Perubahan pola permainan Liga 1 juga tercermin dari evolusi peran pemain, terutama bek dan gelandang. Bek tengah tidak lagi hanya bertugas bertahan, tetapi juga dituntut mampu mengalirkan bola dengan baik. Bek sayap mulai berperan aktif dalam fase menyerang, memberikan lebar permainan, dan menciptakan peluang dari sisi lapangan.
Gelandang, di sisi lain, mengalami peningkatan tuntutan peran. Mereka tidak hanya menjadi penghubung antar lini, tetapi juga bertanggung jawab dalam fase bertahan dan menyerang. Gelandang modern di Liga 1 mulai dituntut memiliki stamina, visi permainan, dan kemampuan membaca situasi dengan lebih baik.
Intensitas Permainan dan Penerapan Pressing
Intensitas permainan di Liga 1 dalam lima musim terakhir menunjukkan tren meningkat. Pressing mulai diterapkan oleh lebih banyak klub, meskipun dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi. Beberapa tim mencoba menekan tinggi sejak awal pertandingan, sementara yang lain memilih pendekatan situasional.
Penerapan pressing ini menunjukkan adanya upaya meniru tren sepak bola modern, meskipun tantangan fisik dan kedalaman skuad sering menjadi kendala. Tidak semua klub mampu menjaga intensitas pressing sepanjang 90 menit, sehingga konsistensi menjadi isu utama dalam implementasinya.