David
Torino mengalahkan Monza 3-2 pada pekan kedelapan Serie A di Stadion Olimpico Grande Torino, Sabtu (24/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi tim asuhan Ignazio Abate, meski gol bunuh diri pada masa tambahan waktu membuat selisih akhir tinggal satu gol.
Laga dimainkan Jumat malam waktu Italia. Kian Fitz-Jim, Rafik Belghali, dan Nikola Vlašić mencetak gol tuan rumah. Monza membalas melalui Gustavo Varela serta gol bunuh diri Nathan Patterson, sebagaimana dikonfirmasi laporan resmi Torino.

Varela membalas keunggulan Fitz-Jim
Fitz-Jim membuka skor menjelang akhir babak pertama. Giovanni Simeone merebut bola di tengah lapangan dan mengirimkannya kepada sang gelandang, yang kemudian bergerak maju sebelum melepaskan tembakan untuk menaklukkan kiper Monza.
Monza langsung merespons setelah jeda. Varela memanfaatkan kesalahan umpan balik Pietro Comuzzo, mendahului pemain belakang Torino, lalu menuntaskan peluang di hadapan Lucas Perri.
Menurut laporan resmi Monza, gol tersebut merupakan yang ketujuh bagi Varela di Serie A musim ini. Namun, keberhasilan menyamakan kedudukan tidak cukup untuk membawa tim tamu pulang dengan poin.
Belghali dan Vlašić mengembalikan kendali
Torino kembali unggul lewat Belghali pada babak kedua. Ia mengarahkan bola ke kaki kanan sebelum melepaskan tembakan yang gagal dijangkau Törnqvist. Setelah itu, Perri menjaga keunggulan tuan rumah dengan menggagalkan sundulan Ricardo Mangas.
Vlašić kemudian memperbesar keunggulan menjadi 3-1 lewat tembakan kaki kanan. Dalam fase tersebut, Torino berhasil membangun selisih dua gol, sehingga Monza membutuhkan lebih dari satu penyelesaian untuk mengubah hasil pertandingan.
Gol kedua tim tamu baru datang pada masa tambahan waktu. Umpan silang Cyril Ngonge mengenai Patterson dan masuk ke gawang Torino. Italpress mengonfirmasi insiden itu sebagai gol terakhir pertandingan: skor tetap 3-2 hingga selesai.
Kemenangan ketiga, dengan catatan di belakang
ANSA turut mencatat hasil ini sebagai kemenangan ketiga beruntun Torino. Respons setelah kedudukan kembali imbang menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
Dari urutan golnya, Torino layak menilai kemampuan memulihkan keunggulan sebagai kekuatan pada laga ini. Namun, kesalahan umpan balik dan gol bunuh diri yang menghasilkan dua gol balasan tetap menjadi catatan pertahanan. Bagi Monza, produktivitas Varela kembali memberi jalan untuk bersaing, tetapi gol penyama tidak diikuti kemampuan menjaga kedudukan sampai akhir.