Bournemouth Tekuk Milan 3-0, Dua Penalti dan Gol Adli Jaga Start Sempurna

Ilustrasi bola mengenai jaring gawang dengan garis gerak geometris.

Ilustrasi AI, bukan foto pertandingan. Sumber: Ilustrasi orisinal TentangBola, dibuat dengan AI.

Redaksi

Bournemouth melanjutkan awal sempurnanya di Liga Europa 2026/27 dengan kemenangan 3-0 atas AC Milan di Vitality Stadium. Laga pekan ketiga yang berlangsung Jumat, 23 Oktober 2026 dini hari WIB itu ditentukan oleh dua penalti pada babak pertama dan tendangan bebas Amine Adli menjelang akhir pertandingan.

Justin Kluivert membuka keunggulan pada menit kedelapan. Marcus Tavernier menggandakannya dari titik putih pada menit ke-32, sebelum Adli menutup daftar pencetak gol pada menit ke-84. Milan bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama setelah penjaga gawang sekaligus kapten Mike Maignan menerima kartu merah langsung.

Gol pertama bermula dari situasi sepak pojok. Sundulan Evanilson mengenai tangan Koni De Winter dan berujung penalti setelah pemeriksaan VAR. Kluivert menyelesaikan kesempatan tersebut sehingga Bournemouth mendapatkan keunggulan lebih awal, sebelum pertandingan berubah semakin sulit bagi tim tamu.

Insiden Maignan dengan Tyler Adams di kotak penalti menjadi titik penting berikutnya. Selain kehilangan kiper utamanya, Milan menghadapi penalti kedua. Lorenzo Torriani masuk menggantikan Omari Hutchinson, tetapi tidak mampu menggagalkan eksekusi Tavernier. Kedudukan 2-0 membawa tuan rumah memasuki jeda dengan keuntungan skor sekaligus jumlah pemain.

Milan mencoba merespons melalui pergantian pemain setelah turun minum. Namun, upaya kembali ke pertandingan tidak menghasilkan gol. Bournemouth justru menambah keunggulan melalui sepakan bebas Adli. Gol itu memberi penutup yang tegas setelah dua gol sebelumnya tercipta dari titik penalti.

Kemenangan ini membawa Bournemouth mengumpulkan sembilan poin dari tiga pertandingan. Tim asuhan Marco Rose sebelumnya menundukkan Real Sociedad dan Sturm Graz. Dengan demikian, keberhasilan atas Milan bukan kemenangan yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari rangkaian hasil positif pada tiga penampilan pembuka mereka di fase liga.

Bagi Milan, ini menjadi kekalahan kedua setelah sebelumnya kalah dari Benfica. Kemenangan besar atas Salzburg pada pekan kedua belum dapat mereka lanjutkan. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa satu pertandingan produktif belum cukup untuk menjamin konsistensi, terutama ketika kesalahan di wilayah pertahanan memaksa tim mengejar skor dalam kondisi kekurangan pemain.

Dari sudut evaluasi pertandingan, dua penalti membuat Milan menghadapi masalah berlapis: tertinggal lebih cepat, kehilangan penjaga gawang, dan perlu menyesuaikan susunan pemain. Bournemouth mampu memanfaatkan keadaan itu tanpa membiarkan lawannya memperoleh gol balasan. Meski demikian, sembilan poin belum berarti tugas mereka di kompetisi selesai.

Pada pekan keempat, Bournemouth dijadwalkan bertandang ke Sparta Praha, sementara Milan menjamu Ferencváros. Untuk Milan, fokusnya adalah mengembalikan stabilitas dan mengurangi kesalahan yang memberi lawan peluang langsung. Bournemouth membawa modal lebih kuat, tetapi tetap perlu menjaga standar yang sama ketika kembali bermain di luar kandang.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *